Sebenarnya apa yang membuat orang-orang membiasakan mengambil barang tanpa membayar. Apa karena mereka yang sudah membiasakan diri untuk mengambil barang miliki orang lain tanpa memberikan uang atau mereka yang tak tau diri. Saya hanya ingin berbagi pengalaman mengenai lingkungan ditempat tinggal saya. Mengapa saya berbicara mengenai barang dan uang, karena tempat tinggal yang saya huni saat ini kami gunakan sebagai mata pencaharian orang tua.
Orang tua saya tepatnya ibu saya mempunyai bisnis / usaha kecil-kecilan yang bisa mencukupi hidup kami sehari-hari. Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih banyak kepada ibu saya yang berjuang dari pagi hingga pagi hanya untuk kami, saya dan adik saya. Tapi saya minta maaf belum bisa membantu lebih saat ini, karena saya masih berjuang dan berusaha supaya saya bisa mandiri dan bisa membahagiakan kalian berdua.
Kembali ke topik mengenai barang dan uang, cerita ini cuma keluh kesah yang saya alami sehari-hari. Boleh sependapat boleh tidak. Kadang saya bingung dengan beberapa pemikiran atau tindakan yang dilakukan orang disekitar saya atau kah saya yang bodoh dalam menyikapi nya. Ada sebagian atau beberapa orang yang mungkin karena himpitan ekonomi mereka sehingga mereka mengambil barang dagangan dengan membayar nya setelah mempunyai uang di kemudian hari, saya tidak bilang itu hutang karena hutang menurut saya kurang enak di dengar dan kesannya kurang tepat.
Sebagai manusia kami mempunyai rasa welas asih kepada mereka yang belum bisa membayar saat ini dan kami percaya mereka akan membayar penuh kekurangannya di kemudian hari. Sempat saya berfikir semoga saja rasa kepercayaan kami kepada mereka ini benar dan kami bisa mempercayainya. Kadang ada hal juga yang membuat saya berfikir, apa iya mereka bakal membayar tepat waktu atau sesuai janji mereka. Tapi, saya tidak terlalu memikirkan itu. Semua kembali ke pribadi masing-masing dan apa yang diambilnya adalah pilihan.
Yang saya bingung saat mereka meminta dengan lemah lembut tapi mereka kadang lupa akan sesuatu yang sudah mereka ambil. Apakah semua itu karena kebiasaan atau membiasakan. Kebiasaan karena sudah terbiasa melakukan hal yang pernah mereka lakukan atau mereka yang membiasakan diri melakukan kebiasaan yang dilakukannya tadi. Saya hanya ingin jadilah manusia yang bisa di percaya dan bisa menepati janji. Walaupun saya sendiri masih belum bisa melakukannya, ya setidaknya mempunyai komitmen dan bertanggung jawab dengan dirinya sendiri.
Saya bisa katakan manusia itu tempat kemunafikan sama seperti yang saya alami, munafik bukan kepada siapa yang iya munafiki tapi munafik kepada dirinya sendiri. Kamu bisa membohogi orang lain tapi sadar atau tidak kamu tidak bisa membohogi apa yang ada didalam diri mu. Sekali kamu membohogi dirimu sendiri maka kamu tidak akan percaya pada pribadi mu sendiri. Bagaimana kamu bisa dipercayai orang jika kamu belum bisa percaya dengan pribadi mu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar