Rabu, 25 Mei 2016

Rabu, 25 Mei 2016

Catatan untuk hari ini, beberapa task yang saya tulis dan rencana kan sudah terlaksana beberapa. Seperti wifian di perpus kota buat download wps dan install font times new romans. Cari referensi buku the lean start up & zero to one. Selesai dari perpus lanjut ke Gramed cari buku, aq lihat-lihat teryata buku di Gramed kena pajak dan ngak ada diskon. Padahal uang yang aq pegang kurang kalau aq beli di Gramed. Aq coba ke Toga Mas dan teryata benar harga di Toga Mas itu sama kaya di Gramed tapi dapet diskon tapi buku zero to one stock nya lg habis.

Next, aq ke kos udin minta project android buat referensi. Terus aq balik makan mau baca malah ketiduran. Bangun, solat ashar, kumpul acara YAC bahas pertemuan bsk jumat dan konsep. Pulang, mandi, solat isya, minum hilo dan makan roti. Lanjut makan bentar langsung ngoding sama nyicil BAB 4.

Apa yang perlu saya perbaiki:
- Project ku blm aku handle lagi padahal bsk harus update
- Tugas akhir ku blm aku kejar lagi

Planning:
- Selesai in project home page, button image below, list chart. Kira-kira itu
- Bab 4, nyicil konsep UML. Searching2. Ngejar ketertinggalan dr temen2. Semoga bisa

Selasa, 10 Mei 2016

Corat-coret algoritma

Disini saya akan mencatat algoritma yang saya gunakan untuk membantu menyelesaikan masalah tugas akhir saya. Tulisan ini saya gunakan sebagai dokumentasi apabila data yang saya cari suatu saat hilang atau lupa maka saya bisa melihat kembali ke blog saya. Algortima ini berkaitan dengan data service yang menghubungkan antara 2 perpustakaan dengan studi kasus yang saya ambil di bagian pendaftaran. Ini yang didapat dari hasil penelitian ini adalah seseorang yang sudah mendaftar di perpustakaan A maka orang tersebut bisa mendaftar di perpustakaan yang mengambil data di server pusat sehingga perpustakaan lain yang ingin mengisi formulir yang sama dengan data di perpustakaan A tinggal mengambil data saja. Manfaat yang didapat : mempermudah petugas dalam pengisian data, lebih cepat, effesien dan efektif.


Oke, beginilah algoritma yang masih acak-acakan yang saya pikirkan:
  1. cek data menggunakan tombol seacrh, apakah data yang dicarai sudah ada didatabase pusat
  2. kalau belum ada didatabase pusat dan data tersebut belum ada di daftar anggota perpustakaan maka tambah data anggota perpustakaan baru dengan mengisi formulir pendaftaran anggota baru
  3. data yang sudah diinputkan didatabase local akan masuk ke database pusat
  4. kalau sudah ada didatabse pusat saat pencarian data maka data tersebut tinggal ditambahkan dengan menekan button tambah
  5. optional: data yang sudah ada didatabase pusat maka secara otomasis tergenerate ke database local


Permasalahan:
kalau secara otomatis digenerate didatabase local maka database local akan penuh dengan data anggota yang menjadi pertanyaan apakah anggota baru yang menjadi anggota tetap salah satu perpustkaan tersebut akan meminjam atau menggunakan fasilitas dari perpustakaan yang belum tentu ia akan mau menjadi anggota perpustakaan lainnya

Solusi:
Anggota yang sudah mendaftar disalah satu perpustakaan maka menjadi anggota tetap perpustakaan tersebut, apabila dia ingi meminjam di perpustakaan lain maka perlu mendaftara di perpustakaan tersebut sehingga pihak admin yang akan membuatkan data anggota tersebut. Perlunya authentikasi pihak perpustakaan.

Jumat, 06 Mei 2016

Antara kebiasaan dan membiasakan

Sebenarnya apa yang membuat orang-orang membiasakan mengambil barang tanpa membayar. Apa karena mereka yang sudah membiasakan diri untuk mengambil barang miliki orang lain tanpa memberikan uang atau mereka yang tak tau diri. Saya hanya ingin berbagi pengalaman mengenai lingkungan ditempat tinggal saya. Mengapa saya berbicara mengenai barang dan uang, karena tempat tinggal yang saya huni saat ini kami gunakan sebagai mata pencaharian orang tua.

Orang tua saya tepatnya ibu saya mempunyai bisnis / usaha kecil-kecilan yang bisa mencukupi hidup kami sehari-hari. Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih banyak kepada ibu saya yang berjuang dari pagi hingga pagi hanya untuk kami, saya dan adik saya. Tapi saya minta maaf belum bisa membantu lebih saat ini, karena saya masih berjuang dan berusaha supaya saya bisa mandiri dan bisa membahagiakan kalian berdua.

Kembali ke topik mengenai barang dan uang, cerita ini cuma keluh kesah yang saya alami sehari-hari. Boleh sependapat boleh tidak. Kadang saya bingung dengan beberapa pemikiran atau tindakan yang dilakukan orang disekitar saya atau kah saya yang bodoh dalam menyikapi nya. Ada sebagian atau beberapa orang yang mungkin karena himpitan ekonomi mereka sehingga mereka mengambil barang dagangan dengan membayar nya setelah mempunyai uang di kemudian hari, saya tidak bilang itu hutang karena hutang menurut saya kurang enak di dengar dan kesannya kurang tepat.

Sebagai manusia kami mempunyai rasa welas asih kepada mereka yang belum bisa membayar saat ini dan kami percaya mereka akan membayar penuh kekurangannya di kemudian hari. Sempat saya berfikir semoga saja rasa kepercayaan kami kepada mereka ini benar dan kami bisa mempercayainya. Kadang ada hal juga yang membuat saya berfikir, apa iya mereka bakal membayar tepat waktu atau sesuai janji mereka. Tapi, saya tidak terlalu memikirkan itu. Semua kembali ke pribadi masing-masing dan apa yang diambilnya adalah pilihan.

Yang saya bingung saat mereka meminta dengan lemah lembut tapi mereka kadang lupa akan sesuatu yang sudah mereka ambil. Apakah semua itu karena kebiasaan atau membiasakan. Kebiasaan karena sudah terbiasa melakukan hal yang pernah mereka lakukan atau mereka yang membiasakan diri melakukan kebiasaan yang dilakukannya tadi. Saya hanya ingin jadilah manusia yang bisa di percaya dan bisa menepati janji. Walaupun saya sendiri masih belum bisa melakukannya, ya setidaknya mempunyai komitmen dan bertanggung jawab dengan dirinya sendiri.

Saya bisa katakan manusia itu tempat kemunafikan sama seperti yang saya alami, munafik bukan kepada siapa yang iya munafiki tapi munafik kepada dirinya sendiri. Kamu bisa membohogi orang lain tapi sadar atau tidak kamu tidak bisa membohogi apa yang ada didalam diri mu. Sekali kamu membohogi dirimu sendiri maka kamu tidak akan percaya pada pribadi mu sendiri. Bagaimana kamu bisa dipercayai orang jika kamu belum bisa percaya dengan pribadi mu sendiri.